Peran Aplikasi BPR Terhadap Peningkatan Kerja UKM
Desember 6, 2020 Oleh Admin 0

Peran Aplikasi BPR Terhadap Peningkatan Kerja UKM

Terdapat berbagai Bank di Indonesia yang menawarkan bantuan modal usaha bagi para pelaku Usaha, Kecil, dan Menengah (UKM), salah satunya adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). BPR melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Selain itu, kegiatan BPR juga terbatas untuk tidak menerima simpanan giro, kegiatan valas, dan perasuransian yang membuat kegiatan BPR terkesan lebih sempit dibanding Bank pada umumnya.

Ditengah masa pandemi ini, BPR memiliki fokus utama dalam membantu mewujudkan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan UKM. Hal ini didasarkan pada kontribusi UKM sebesar 99% ke sejumlah badan usaha di Indonesia dan memiliki andil sebesar 99,6% dalam penyerapan tenaga kerja. Hal tersebut dapat dibandingkan dengan PDRB yang hanya memberikan kontribusinya sebanyak 56,7% dan 15% untuk kegiatan ekspor non-migas. 

Banyak dampak positif dengan terciptanya UKM di Indonesia, selain membantu perekonomian di Indonesia, UKM ini sendiri juga terbukti memberikan dan membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat. Oleh karena itu, BPR semakin giat dalam memudahkan akses UKM khususnya dalam peminjaman modal usaha dengan bantuan teknologi melalui aplikasi BPR.

Jika kembali mengingat, UKM menunjukkan gigi taringnya saat krisis moneter yang terjadi di tahun 1998, saat banyak sekali perusahaan yang struggle dan menyerah, banyak UKM yang malah masih kuat dan masih berdiri kokoh di Indonesia. 

Namun, untuk saat ini banyak terdapat masalah yang terjadi di UKM. Pembiayaan adalah salah satu masalah yang cukup besar bagi UKM. Untuk jangka pendek, cara paling mudah untuk membantu perkembangan UKM di Indonesia adalah dengan cara mengalirkan dana yang cukup untuk UKM agar dapat lebih mudah berkembang dengan tambahan modal yang ada. 

Digitalisasi perbankan kini mulai hadir untuk mengatasi masalah tersebut. BPR sebagai salah satu bank yang tanggap akan problematika UKM kini meluncurkan aplikasi BPR yang bertujuan untuk mempermudah pengaliran dana untuk UKM secara tepat sasaran. Aplikasi BPR diharapkan dapat meningkatkan kinerja UKM meskipun sedang berada di masa pandemi.

Hingga kini, BPR memiliki catatan yang cukup baik dan dianggap paling pas untuk menyuplai Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Tercatat pelayanan kredit BPR kepada masyarakat termasuk UMKM sekitar Rp92,5 triliun atau tumbuh 8,3% per tahun. Dari sisi operasional, BOPO BPR yang cukup baik, yaitu sekitar 80% dengan NPL 3,58% dan tingkat profitabilitas atau ROA pada kisaran 2,48%. 

Aplikasi BPR menampilkan berbagai menu interaktif untuk menyederhanakan proses peminjaman kredit modal yang mungkin dianggap panjang dan bertele-tele. Tidak semua UKM memiliki modal yang cukup besar dalam memulai usahanya, padahal usaha UKM dikenal memiliki potensi yang sangat menguntungkan. Proses pinjam meminjam ini pun dilakukan secara daring melalui aplikasi BPR, sehingga dapat mengurangi kontak dan melaksanakan social distancing seperti yang dianjurkan oleh Pemerintah. Hal ini dapat mewujudkan unit usaha yang aman, nyaman, dan hemat tenaga maupun biaya.

Penggunaan teknologi ini menggiring UKM pada kemudahan akses modal sehingga dapat dengan leluasa menggali potensi yang ada, dan juga dapat mengembangkan usahanya sendiri dan bahkan lingkungan sekitarnya. Peningkatan kinerja UKM berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Oleh karena itu, niat UKM untuk membangun usaha yang berpotensi tinggi dapat selalu didukung dengan aplikasi BPR.