Epidermolisis Bulosa: Beginilah Gejala dan Cara Mengatasinya!

Epidermolisis Bulosa
Sumber Foto : racgp.org.au

Epidemolisis bulosa atau EB dikenal sebagai kelainan kulit yang masuk dalam kategori langka, dimana kondisi ini terjadi secara genetika. EB akan membuat kulit memiliki kondisi yang sangat rapuh, mudah melepuh, dan juga mudah lecet atau luka. Kelainan kulit EB ini biasanya terjadi pada anak kecil dan juga bayi, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kembali pada Anda yang sudah memasuki masa remaja dan juga dewasa. Sehingga sebaiknya Anda mengetahui cara mengatasi epidemolisis bulosa untuk bisa membantunya.

Epidemolisis bulosa dapat terjadi karena adanya satu atau lebih mengalami mutasi genetika. Sehingga kulit akan lebih rentan dan menyakitkan ketika mengalami gesekan atau tekanan. Biasanya akan mengakibatkan cedera yang bisa terjadi baik itu di luar tubuh maupun di dalam tubuh.

Gejala yang Dirasakan Ketika Mengalami Epidemolisis Bulosa

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa EB biasa terjadi pada anak kecil dan bayi, bahkan orang dewasa. Sehingga pada dasarnya gejala EB sudah bisa terlihat sejak lahir, tetapi gejala juga bisa terlihat ketika memasuki masa remaja atau dewasa.

Oleh sebab itu untuk membantu Anda mengenali gejalanya agar bisa melakukan cara mengatasi epidemolisis bulosauntuk ke depannya, berikut ini terdapat beberapa tanda gejala yang biasa dialami oleh orang yang memiliki kelainan EB tersebut.

  • Terdapat milia yang merupakan benjolan kecil berwarna putih mirip seperti jerawat.
  • Terjadinya penebalan pada kulit di bagian kaki dan telapak tangan.
  • Kulit akan lebih mudah melepuh ketika terjadi gesekan atau tekanan, yang mana di dalam kulit yang melepuh tersebut terdapat cairan.
  • Melepuh di bagian kulit kepala, pita suara, esofagus, atau saluran udara atas.
  • Terjadinya pembentukan jaringan parut atropik atau kulit tampak tipis.
  • Kerontokan rambut
  • Adanya kelainan pada bentuk kuku jari kaki dan tangan, dan terkadang harus kehilangan kuku tersebut.
  • Kesulitan untuk menelan.
  • Kesehatan gigi terganggu, seperti gigi berlubang yang diakibatkan oleh terbentuknya enamel yang buruk.
  • Terjadi infeksi seperti demam panas-dingin, badan terasa hangat, badan memerah, kulit bengkak dan sakit, dan luka mengeluarkan aroma tidak sedap.

Cara Mengatasi dan Perawatan Untuk Epidemolisis Bulosa

Sebenarnya masih belum ada obat yang bisa menyembuhkan EB, namun ada beberapa cara mengatasi epidemolisis bulosa dan perawatan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkannya serta mencegah perkembangan penyakit komplikasi akibat kelainan tersebut. Berikut beberapa caranya:

  • Menghindari hal-hal yang dapat membuat kondisi semakin buruk. Seperti halnya tidak berjalan jauh terlebih dahulu (jika Anda mengalami luka pada bagian telapak kaki), goresan, pukulan, tekanan, ataupun guncangan.
  • Gunakan perban pelindung untuk menutupinya agar resiko gesekan tidak terlalu parah.
  • Menjaga kulit agar tetap lembap, yang bisa dilakukan dengan menggunakan petroleum jelly.
  • Gunakan pakaian berbahan lembut seperti kain alami katun, dan hindari penggunaan pakian yang terlalu ketat.
  • Gunakan juga sepatu atau alas kaki yang nyaman.
  • Mengguntung kuku secara teratur.
  • Menutupi beberapa hal yang memiliki permukaan keras.

Ada juga beberapa perawatan yang bisa dilakukan jika Anda sudah melakukan konsultasi dengan dokter. Beberapa diantaranya ialah:

  • Mengkonsumsi obat-obatan sesuai dengan resep dokter untuk mengurangi rasa sakit pada luka dan mengobati komplikasi infeksi.
  • Melakukan terapi rehabilitasi untuk membantu Anda agar lebih mudah melakukan pembatasan ruang gerak.
  • Prosedur pembedahan mungkin saja diperlukan jika EB mengakibatkan masalah yang dapat membatasi pergerakan, seperti penyempitan pipa makanan atau pada area tangan.

Sehingga itulah gejala dan cara mengatai epidemolisis bulosa yang mungkin bisa membantu Anda dalam meringankan kondisi kelainan tersebut.

Sumber:

https://www.honestdocs.id/epidermolysis-bullosa

https://www.halodoc.com/kesehatan/epidermolisis-bulosa

https://www.sehatq.com/penyakit/epidermolisis-bulosa

Mengenal UNICEF, Cara Donasi dan Cara Berhenti Donasi UNICEF

Banyak pertanyaan mengenai bagaimana cara berhenti donasi UNICEF yang mencuat ke permukaan. Sebenarnya, ini memang hak dari donatur, apakah ia ingin melanjutkan untuk donasi setiap bulan atau tidak. Namun, bagi kamu yang belum mengerti, yuk, kenalan dulu dengan UNICEF dan apa saja yang sudah mereka lakukan!

Mengenal UNICEF

UNICEF Indonesia adalah sebuah perserikatan dari PBB yang didirikan untuk membantu kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang kepada anak dan ibunya di negara berkembang, dan Indonesia masuk ke dalamnya. Indonesia sendiri sudah bekerja sama dengan UNICEF sejak tahun 1948 lalu.

Keterlibatan UNICEF di Indonesia cukup banyak. Misalnya saja ketika terjadi bencana di Lombok pada awal-awal kemerdekaan Indonesia di mana saat itu mereka membantu penyediaan bantuan darurat bencana. Saat ini pun tak jauh berbeda. Pada tahun 2018 lalu, saat gempa bumi dan tsunami menerjang Sulawesi, UNICEF membantu.

UNICEF bersama pemerintah terus membantu setidaknya 1,4 juta orang di Sulawesi yang terkena dampak bencana, yang hampir setengah juta di antaranya adalah anak-anak. Di tahun yang sama, UNICEF juga bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat dalam menyukseskan vaksinasi campak dan rubella hampir 70 juta anak-anak Indonesia.

Cara Donasi Online UNICEF

Untuk membuat semua programnya bisa berjalan dengan baik, UNICEF tentunya butuh uluran tangan dari relawan. Kamu bisa menjadi salah satu relawan yang mewujudkan hal tersebut. Caranya, kamu bisa melakukan donasi di UNICEF. Sumbangan atau donasi akan sangat membantu memperbaiki kehidupan anak-anak di seluruh Indonesia.

Untuk cara donasi UNICEF secara daring, kamu bisa masuk ke situs UNICEF lebih dulu lalu pilih tipe donasi yang diinginkan dan besaran donasi yang mau diberikan. Selanjutnya, tinggal informasikan data diri seperti nama, alamat email dan nomor telepon saja. Kamu bisa memilih berdonasi dengan kartu kredit, transfer bank atau cara lainnya.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menghubungi layanan donatur di (021) 80662100. Selain itu, bisa juga menghubungi (021) 53170999 atau bisa juga di (021) 25508200. Kalau kamu mau via email, kamu bisa menghubungi email di ids[email protected] saja.

Tapi, kalau kamu mau lebih jelas, kamu bisa langsung datang ke alamat kantor UNICEF di Indonesia saja. Ia ada di Jakarta, tepatnya di World Trade Center 6, Lantai 10, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 31, Jakarta. Jangan lupa untuk mengunjunginya di jam operasional kera di Senin sampai Jumat jam 09.00 hingga 17.00 WIB.

Cara Berhenti

Jika kamu adalah donatur tetap atau rutin di UNICEF dan berniat untuk berhenti karena berbagai sebab berhenti donasi, kamu bisa melakukannya dengan mudah. Kamu bisa menghubungi layanan donatur yang sudah disebutkan di sebelumnya dan beritahukan bahwa kamu berniat berhenti melakukan donasi.

Jangan lupa untuk mengatakan alasan kamu di telepon dengan jujur. Pihak UNICEF tak akan melarangmu atas alasan apapun. Selain itu, kamu juga bisa hubungi via email yang tertera di atas. Jangan lupa untuk menyertakan identitas dan alasan berhenti juga. Kalau punya waktu luang dan kamu tinggal di Jakarta, datang ke kantornya langsung juga bisa.

Nah, sekarang kamu sudah tahu apa saja yang dilakukan UNICEF di Indonesia, kan? Ada banyak bantuan yang ia berikan. Kalau kamu tertarik melakukan donasi, kamu bisa menerapkan cara di atas. Begitu juga bila kamu mau tahu cara berhenti donasi UNICEF. Kamu bisa terapkan cara di atas dan tak masalah apapun alasan kamu, mereka akan terima.

5 Cara Mengecilkan Paha dengan Cepat dan Alami

Punya bentuk tubuh yang ideal bukan hanya baik untuk penampilan loh, tetapi juga untuk kesehatan. Masalahnya, kalau kamu sudah mulai kelebihan berat badan sampai susah cari pakaian yang pas, pasti rasanya enggak nyaman juga deh. Nah, bagian paha juga cukup krusial untuk dijaga agar lebih mudah cari celana yang pas ukurannya.

Beberapa orang mungkin memang punya paha yang besar karena faktor genetik atau keturunan. Meskipun agak sulit untuk mengubahnya, tapi kamu bisa tetap mencoba meminimalisasi bentuk paha yang semakin bergelambir dengan cara alami berikut ini.

  1. Jogging

Olahraga satu ini merupakan salah satu aktivitas yang mudah dan murah, tapi banyak sekali manfaatnya. Ya, dengan melakukan jogging, bagian paha, betis, dan bokong akan bergerak sehingga tidak menumpuk lemak yang bikin bagian tubuh jadi kurang kece. Cukup buat kakimu bergerak stabil secara teratur. Meski kamu sudah beli tiket Surabaya Jakarta buat perjalanan dinas, tetap lakukan jogging ringan sebagai rutinitasmu ya.

  1. Lompat tali

Kalau mau lebih praktis dengan olahraga di dalam rumah, kamu bisa pilih lompat tali. Awalnya, olahraga ini pasti akan terasa berat. Enggak usah kaget kalau kakimu terasa berat karena kamu memang belum terbiasa. Setelahnya juga paha dan betis akan terasa seperti terbakar, tapi jika sudah rutin dilakukan pagi atau sore hari, enggak akan terasa berat kok. Setiap harinya, kamu cukup melakukan rutinitas lompat tali selama 10 menit, kalau kurang-kurang sedikit di awal latihan, enggak apa-apa, asal dibiasakan terus saja ya.

  1. Leg circles

Nah, untuk alternatif olahraga di rumah, kamu juga bisa lakukan leg circles dengan bermodalkan matras yoga. Jadi, kamu bisa langsung menggelar matras di kamar, lalu berbaringlah dan ambil posisi menyamping. Letakkan tangan secara lurus disamping badanmu. Setelah itu, angkat satu kaki dan letakkan kaki satunya dengan posisi ditekuk sambil menahan otot perut. Nah, gerakan selanjutnya hanya perlu mengangkat kaki dan lakukan gerakan memutar searah jarum jam. Cukup lakukan 10-15 kali putaran selama 5 menit untuk masing-masing kaki.

  1. Jump Squat

Cara ini merupakan alternatif paling efektif dan familier untuk mengencangkan paha dan bokong. Gerakan jump squat memang sangat mudah untuk dilakukan setiap hari. Hanya dengan 15 lompatan sebanyak 3 sesi yang bisa dilakukan secara rutin. Untuk melakukannya dengan benar, buka kaki selebar pinggul, angkat tangan dan letakkan di belakang kepala. Setelah itu, tekuklah lututmu hingga paha sejajar dengan lantai. Mulai lakukan lompatan secara berulang deh.

  1. Naik turun tangga

Kalau di rumahmu ada tangga, bisa dimanfaatkan juga nih buat olahraga mengecilkan paha. Kamu hanya perlu melakukan aktivitas ini secara rutin sekitar 10 menit setiap harinya. Tidak perlu teknik khusus dan persiapan yang merepotkan, asalkan ada niat, bisa langsung latihan dengan konsisten. Jika sudah mulai terbiasa, kamu bisa mulai menambah durasi naik turun tangga lebih lama, tapi mulai tambahnya sedikit-sedikit saja ya, biar tubuhmu enggak kaget dan malah kelelahan.

Nah, buat kamu yang punya paha bergelambir, cobalah untuk membiasakan beberapa rutinitas tadi agar tubuhmu lebih ideal. Jadi, penampilanmu lebih kece dengan kondisi kesehatan yang juga lebih fit.

5 Penyebab Sakit Pinggang yang Harus Diketahui

Sakit pinggang sebenarnya tidak boleh diabaikan begitu saja karena faktanya hal ini bisa mengindikasikan penyakit serius. Apalagi bila sakit pinggang terus terasa dan tidak sembuh-sembuh. Biasanya sakit pinggang terjadi pada orang-orang yang telah mencapai usia paruh baya, namun bukan tak mungkin sakit pinggang terjadi pada orang-orang muda. Nah berikut 5 penyebab kenapa pinggang bisa terasa sakit, inilah ulasannya!

1. Keseleo atau otot menegang
Salah satu penyebab sakit pinggang adalah karena keseleo otot atau penegangan otot. Hal ini bisa saja terjadi karena cidera saat olahraga atau beban yang berlebihan secara terus-menerus. Nah sakit pinggang karena cidera ini bisa diatasi dengan cara pemberian obat antiiflamasi dan dengan istirahat total. Namun selain itu bisa juga dibarengi dengan terapi fisik bila diperlukan.

2. Hamil
Ketika hamil, sangat wajar pinggang terasa sakit. Hal ini disebabkan berat badan yang naik dan pengaruh hormon sehingga ligamen pada sendi panggul mengendur untuk persiapan lahiran. Nah agar pinggang tidak terlalu sakit, maka usahakan jaga postur tubuh dengan baik dengan tidur dalam posisi miring, gunakan sepatu flat, dan rajin berolahraga ringan.

3. Arthritis
Arthritis pada pinggang biasanya disebabkan karena osteoarthritis yang merupakan kerusakan pada tulang rawan di daerah pertemuan antara tulang dan sendi. Rasa sakit pada pinggang ini akan menjalar di sepanjang garis pinggang. Nah untuk meyakinkan adanya penyakit ini biasanya diperlukan tes rontgen, MRI atau ultrasound.

4. Gangguan pada kaki
Ketika terjadi masalah pada kaki, biasanya pinggang akan terasa sakit juga. Hal ini disebabkan kaki merupakan penopang tubuh. Selain itu ketika kaki bermasalah, cara berjalan bisa jadi terganggu dan menyebabkan berbagai masalah lain seperti sakit pinggul dan lutut misalnya. Oleh sebab itu ada baiknya sembuhkan kakimu terlebih dahulu agar tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya dan menyebabkan sakit.

5. Endometriosis
Endometriosis merupakan suatu kondisi dimana lapisan di dinding rahim tumbuh di luar rahim atau tak sewajarnya. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa pada pinggang. Pada kondisi yang normal, lapisan dinding pada rahim ini biasanya terjadi penebalan karena darah dan harus dibuang yang disebut menstruasi. Pada endometriosis lapisan jaringan yang berada di luar rahim ini tidak bisa dikeluarkan dari tubuh dan menyebabkan berbagai masalah dan gangguan pada tubuh. Pengobatan yang tepat hanya bisa dilakukan dengan cara operasi.

Bagaimana? sudah pada tahukan penyebab sakit pinggang.